Sabtu, 07 November 2009

pemimpin yang berkualitas

DALAM hidup, kita pernah dan sering dituntut untuk berperan sebagai pemimpin: sebagai anak tertua di keluarga, kepala rumah tangga, ketua angkatan di sekolah, ketua senat, pemimpin sebuah bidang/departemen/unit/kelompok kerja di tempat kerja, ketua kumpulan keluarga, pemimpin paduan suara, ataupun pemimpin dalam sebuah organisasi sosial.

Dalam melakukan peran kita sebagai seorang pemimpin, pastilah kita tidak ingin menjadi seorang pemimpin busuk, melainkan pemimpin yang berkualitas. Caranya? Kita bisa bercermin pada para pemimpin di sekitar kita yang pernah dan sedang memimpin kita, serta yang telah memberikan pengaruh besar pada kita.

Seorang pemimpin berkualitas adalah orang yang tepat untuk diajak berdialog/berbagai rasa, tepat untuk didengarkan, tepat untuk dipercaya, tepat untuk diteladani dan tepat untuk diikuti.

Seorang pemimpin yang berkualitas adalah sosok yang mampu membuat orang lain merasa besar dan berkualitas ketika bertukar pikiran dengannya, begitu yang dikatakan orang bijak. Untuk itu, pemimpin perlu menumbuhkan dan mengasah ketrampilan untuk mendengarkan dengan aktif, mendengarkan dengan penuh perhatian dan dengan tujuan untuk membantu lawan bicara menemukan jawaban, solusi, pengakuan, apresiasi yang diperlukan.



Mampu Mendengar
Rata Penuh
Pemimpin berkualitas mampu mendengarkan masukan, komentar, dan keluhan orang-orang yang dipimpinnya dengan tulus, sehingga, sang pemimpin memang dirasa sebagai orang yang tepat untuk diajak berbicara dan berbagi rasa. Jadi, jika kita ingin menjadi pemimpin yang berkualitas janganlah kita cepat-cepat menginterupsi dan langsung memarahi anak buah yang datang kepada kita dengan masalah mereka. Bantulah mereka untuk menemukan solusinya. Jika mereka datang dengan sebuah pertanyaan, tolonglah mereka untuk menemukan jawabannya.



Memilih Kata

Orang yang tepat untuk didengarkan. Selain ketrampilan mendengarkan, seorang pemimpin hendaknya juga mampu berkomunikasi dengan efektif sehingga orang lain mudah menangkap apa yang disampaikan dan merasa bahwa yang disampaikan tersebut bermanfaat untuk mereka. Untuk menjadi orang yang tepat untuk didengarkan, seorang pemimpin perlu memilih kata-kata yang tepat yang dapat memberikan dan menambah nilai bagi orang yang mendengarkannya, bukannya kata-kata yang sia-sia, dan semata-mata memberikan kritik yang menyakitkan serta merendahkan orang lain. Kata-kata yang menambah nilai biasanya adalah kata-kata yang diucapkan dengan tulus. Ucapan sepert ini akan menyejukkan hati dan memberi solusi.

Jadi, jika sekiranya kita tidak mempunyai kata-kata yang dapat menambah nilai bagi orang lain, sebaiknya kita menahan diri dulu dan berpikir lebih jauh sampai kita dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk disampaikan. Untuk mengucapkan kata-kata bermakna, seorang pemimpin perlu mengenal orang-orang yang dipimpinnya dengan baik (kekuatan dan kelemahan mereka, kemampuan dan keterbatasan mereka, kesenangan dan kebutuhan mereka), sehingga bisa berbicara dengan bahasa yang sama yang bisa dimengerti dengan baik.



Dapat Dipercaya

Orang yang tepat untuk dipercaya. Seorang pemimpin harus mampu memenangkan kepercayaan orang-orang yang dipimpinnya. Untuk melakukan hal tersebut, ia terlebih dahulu harus menunjukan bahwa ia mampu menabur keyakinan pada anak buah, senantiasa bersikap jujur dan terbuka pada bawahan. Orang yang jujur dan terbuka dan penuh keyakinan akan lebih mudah memenangkan kepercayaan orang lain. Jadi, sebelum mendapatkan kepercayaan orang lain, pemimpin terlebih dahulu perlu menabur keyakinan, kejujuran dan keterbukaan pada orang lain.



Memberi Teladan

Orang yang tepat untuk diteladani. Seorang pemimpin yang baik memiliki berbagai aspek yang pantas untuk diteladani, antara lain: pengetahuan, ketrampilan, wawasan, sikap, tindakan, kata-kata, dan kebiasaan. Keteladanan ini akan menumbuhkan rasa hormat dan keyakinan

0 komentar:

Poskan Komentar

mandalawangi template | Apriyanto 2009